Dalam artikel penelitian yang ditulis bersama Psikologi Lingkungan Rumah, dikatakan bahwa dorongan di balik gerakan rumah mungil berpusat pada keinginan akan kesederhanaan dan konservasi, di samping kesadaran lingkungan, kemandirian, dan keinginan untuk hidup penuh petualangan. Psikolog lingkungan beralasan bahwa rumah memengaruhi keadaan emosional orang karena mereka "memfasilitasi interaksi sosial dan dinamika kekuatan yang dimainkan di rumah". Dalam membangun rumah mungil, sering kali ada ketidakselarasan antara kebutuhan penghuni, dan desain yang diungkapkan oleh tim pembuat. Realitas ini digunakan sebagai panggilan bagi arsitek dan tim desain untuk bekerja sama dengan psikolog untuk membangun rumah mungil yang lebih sesuai dengan kebutuhan penghuninya. Dalam memahami pertimbangan ini, penting untuk dicatat bahwa tidak semua orang cocok untuk rumah mungil.

Rumah yang lebih kecil lebih murah daripada rumah yang lebih besar dalam hal pajak, biaya pembangunan, pemanas, perawatan, dan perbaikan. Biaya hidup yang lebih rendah mungkin menguntungkan bagi mereka yang berusia 55 tahun ke atas dengan tabungan terbatas. Selain biaya yang lebih rendah, rumah kecil dapat mendorong gaya hidup yang lebih rapi, gaya hidup yang lebih sederhana, dan mengurangi dampak ekologis bagi penghuninya. Ukuran tipikal rumah kecil jarang melebihi 500 m² (46 kaki persegi). Rumah mungil di atas roda biasanya berukuran kurang dari 2 m² (8 x 20 kaki), dengan total ruang layak huni 2.4 m² (6.1 kaki persegi) atau kurang, untuk memudahkan penarikan dan membebaskannya dari kebutuhan izin mendirikan bangunan.


